Terkadang ingin juga menanyakan khabarmu, Sihatkah? Sedang apa? Sama siapa? Tapi aku sedar, kita bukan siapa siapa lagi. Saat aku ingin berteman, Kau menginginkan cinta, Saat aku sudah mulai cinta, Kau memilih dia. Lantas aku memilih untuk pergi. Berteman mungkin boleh, Tapi aku tidak sanggup merasa sakit, Andai nanti kau mempamer kebahagiaanmu bersamanya. Rindu itu pasti, Sakit juga mesti, Terasa seakan mati, Oh aku lupa, Ketika kita baru saling kenal, Saat itu aku sudah tidak punya hati. Sudah lali setelah banyak kali disakiti. Rindu, Sakit, Marah, Kesal, Semuanya kurasakan. Namun aku sudah malas untuk banyak drama. Meski engkau berkias saat kali terakhir kita berhubung, Aku tetap mengerti akan bahasamu. Bahwa cintamu bukan lagi untukku. Engkau yang ku kira akan setia, Ternyata juga menghilang. Aku tetap di sini. Masih teringatkan mu, Merindukan mu, Mendoakan mu. Dalam diam. Masih teguh dengan prinsipku. "Percaya pada percaturan-Nya, Meski aku tidak...