Posts

#3 Silapku

Sejarah berulang,  Dahulu dengan temanmu, Kini denganmu,  Kisah hati yang hampir sama, Manisnya awal perkenalan, Namun berujung dengan pengkhianatan. Benarlah kata orang, Jika ingin mengenali seseorang, Perhatikan bagaimana sahabatnya, Tentu perangainya tidak jauh beza.  Akan tetapi ada satu perkara yang aku syukuri, Aku tidak memberikan sepenuh hatiku, Telah kubelajar dari kesilapan lalu, Namun aku telah mempercayaimu, Dan kau telah mengkhianati kepercayaan itu. Di situ silapku. Aku tak seharusnya mudah percaya, Dengan orang yang kukenal di alam maya, Baru pertemuan kali pertama,  Aku sudah berani percaya. Di situ silapku. Kau yang dulu membuatku bahagia, Kini hanya memberi luka dan trauma, Berapa kali lagi harus kumenanggung kecewa?  Berapa kali lagi harus kuterluka? Kini aku tekad mengejar mimpiku, Kukunci lagi pintu hatiku, Enggan peduli soal hati,  Buat kamu yang bakal menyinggah, Mungkin di masa akan datang, Maaf, aku sudah tidak percaya janji manis l...

#2 Trauma

Dahulu aku pernah memerhatikanmu, Kau terlihat baik, Mengambil berat soal temanmu, Ingin kuberkenalan denganmu, Tapi aku pemalu, Aku juga sedar harga diriku, Seorang wanita tak seharusnya bertindak dahulu. Tahun lalu, Tuhan pertemukan kita, Kau tidak tahu betapa bahagianya aku, Mulanya perkenalan, Lalu menjadi kawan, Hari-hariku tidak lagi sunyi. Kau sedaya upaya cuba memikat hati, Meski aku terlihat tidak endah,  Sebenarnya terbit suatu rasa di hati. Dalam singkatnya perkenalan kita, Ibuku dipanggil pergi menghadap-Nya. Aku yang berharap kau akan menemani, Ternyata juga berlalu pergi. Tidak kusangka pengakhirannya begini. Kini aku tinggal sendiri, Menghidupi hariku dengan fantasi.

#1 Terbuai

Kukira kau yang bakal menemani, Ternyata kau juga mengkhianati. Aku pernah berjanji dengan diri,  Bahawa aku tidak akan jatuh cinta lagi, Terutama dengan cinta yang tidak pasti, Aku teguhkan diri, Pintu hati kukunci, Agar tak siapa mendekati.  Tetapi lihatlah, betapa lemahnya aku, Digoda kata-kata manismu, Terbuai janji-janji palsumu. Katamu kau berbeza dari yang lain.  Benarlah, kau berbeza. Yang kau curi bukan hanya hati, Tetapi juga harga diri.

Bukan Kamu

Sesempurna apapun sosok yang dikagumi, Jika orang itu tidak punya rasa terhadapku, Maka itu tidak bermaksud apa-apa Kosong, Umpama berbicara dengan dinding, Tidak akan berbalas, Umpama merindui orang yang telah mati, Juga tidak akan terlunas. Sepertinya banyak yang ingin kukatakan padamu, Banyak yang ingin diceritakan, Banyak yang ingin kukongsikan, Tetapi aku tahu, Kamu sudah berpaling dariku Sedalam apapun rasaku terhadapmu,  Jika kamu tidak punya rasa yang sama,  Lantas apa gunanya?  Mengapa rasa ini seakan tidak mampu kupadam, Walau beribu doa ku aminkan, Agar ku dapat melupakan, Agar kau hilang dari fikiran, Agar luka hatiku cepat sembuh. Jika akhirnya ia hanya menyakitkan daku, Lalu mengapa semesta menyusun pertemuan kita? Dipertemukan dengan indah, Seakan tidak akan terpisah, Lalu diakhirkan dengan luka, Seolah kisah kita tak pernah bahagia. 

Teruntuk Kamu

Teruntuk kamu yang di sana, Semoga kamu baik-baik saja. Jika pada akhirnya kita tidak bersama, Tidak mengapa. Setidaknya kamu pernah hadir memberi bahagia. Andai takdirnya aku dikhianati lagi, Tidak mengapa, Mungkin itu petanda bahwa aku harus mencintai diri ku dengan lebih lagi. Dan aku akan menutup pintu hatiku agar tiada yang bisa mendekati.

Menunggu yang Mustahil

Aku, mencari mentari di dinihari Mencari sinar purnama di langit biru Mencari kejora di langit senja Sudah tentu tidak akan ku temukan Kerna aku hanya menanti yang mustahil Sehiingga saat ini Aku masih mencari namanu di senarai penonton story  Aku masih menunggu notifikasi darimu Aku masih mengharapkan khabar darimu Oh, aku lupa Pencarianku sia-sia Kerana hakikatnya kau telah pergi Dan aku yakin, pergimu takkan kembali

Teman ke Syurga

Ingin sekali punya teman Yang bisa menemaniku di sepanjang jalan Mungkin tidak di depan mata namun kan selalu ada, Ynag sentiasa memberiku semangat, tika aku lelah, Yang sering memberiku sokongan disaat aku mengejar impian Dalam setiap langkahku, dia setia di sampinku Dia yang tidak pernah jemu mendengar celotehku,  Menasihatiku andai aku berbuat khilaf,  Memperlakukanku dengan penuh lemah lembut,  Menyayangiku sepenuh hati, bagaikan ratu. Moga suatu hari kelak ku kan dipertemukan dengan seseorang Yang bukan sekadar menemani di dunia Tetapi dia yang kan membimbingku menuju syurga-Nya Yang apabila aku mencintaiinya Akan menjadikanku lebih dekat dengan-Nya